Melihat Dampak Corona Terhadap Dunia IT

16/03/2020 Berita
Melihat Dampak Corona Terhadap Dunia IT

Dampak corona terhadap lingkup IT sedang menghantui berbagai sektor industry dan teknologi secara luas. Beberapa disebabkan karena virus corona membuat perusahaan teknologi menutup kantor, toko, hingga pabriknya yang ada di China. Hal ini menyebabkan hubungan bisnis dengan perusahaan teknologi menjadi tersendat, karena adanya larangan penerbangan dari beberapa Negara dari atau yang akan ke China. Selain perusahaan teknologi, dampak corona terhadap IT bisa saja melalui ponsel atau computer yang rentan disusupi malware, hal ini bisa terjadi jika aplikasi pada ponsel jarang diperbaruhi. Oknum yang menyalahgunakan informasi terkait virus corona akan menyebarkan malware yang dapat menyusupi perangkat seperti ponsel dan computer melalui tautan yang diklik dengan memanfaatkan kekhawatiran masyarakat terkait dengan virus corona. File yang disisipkan dapat berupa dokumen pdf, mp4, docx, dan lainnya yang memuat tentang konten virus corona dengan tema-tema menarik untuk dibaca masyarakat.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah berencana menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memantau serangan malware terkait dengan virus corona di Indonesia. Jika malware sudah masuk ke perangkat, oknum dapat mencuri data dari pemilik perangkat ponsel atau computer tersebut. Informasi yang dapat dicuri oleh oknum berupa username dan password layanan keuangan seperti internet banking atau data penting lainnya. Oleh karena itu, pengguna perangkat dapat dihimbau untuk tidak membuka tautan mencurigakan melalui SMS, whatsapp, dan email. Selain itu pengguna sebaiknya tidak menginstal ataupun menjalankan aplikasi atau program di luar AppStore dan PlayStore.

Selain malware, hoaks virus corona juga dapat dimanfaatkan melalui teknologi pesan dari aplikasi whatsapp atau SMS. Samuel Abrijani Pangarepan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menggunakan mekanisme “SMS Blast” untuk dikomunikasikan tentang virus corona dengan upaya mencegah hoaks yang beredar di masyarakat. Jika tidak adanya upaya pemberhentian hoaks, yang terjadi adalah peningkatan signifikan hoaks menyebar dari beberapa hari sebelumnya.

Industri Teknologi Upayakan Pencegahan Corona

Upaya pencegahan corona dari industry teknologi merupakan rencana besar dalam mengembangkan aplikasi atau sistem untuk pencegahan virus corona, seperti raksasa teknologi China, Alibaba, diketahui sedang mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang bertujuan untuk mendiagnosis virus corona. Berdasarkan laporan dari Nikkei’s Asian Review yang dilansir dari TNW (03/03/2020), mengklaim sistem dari perusahaan Alibaba mampu mendeteksi virus corona dari CT scan dada pasien dengan akurasi 96% terhadap kasus pneumonia virus yang hanya membutuhkan waktu 20 detik sistem AI untuk mendeteksi virus corona.

Selain perusahaan Alibaba, organisasi kesehatan Pin An baru-baru ini meluncurkan sistem yang sama miripnya dengan kecerdasan buatan (AI) dari sistem Alibaba. Presiden dan kepala strategi perusahaan ini dari bidang divisi Smart City, Geoff Kau telah mengeluarkan pernyataan dan mengklaim jika teknologi dari mereka dapat mendiagnosis virus corona.Selain itu Ibukota Rusia, Moskow mengembangkan teknologi pengenalan wajah yang bertujuan untuk melakukan karantina kepada ribuan orang-orang yang melakukan perjalanan dari China, yang dikutip dari Walikota Sergei Sobyanin pada sistus webnya.

Penyebaran Corona Dapat Dicegah  Dengan  Teknologi Ini

               Penyebaran corona dicegah untuk menghentikan angka dari jumlah penderita corona. Beberapa bandara yang memanfaatkan teknologi untuk mencegah penyebaran virus corona dengan thermal scanner. Thermal scanner adalah alat ini dipasang di bandara untuk mengantisipasi penyebaran virus, dilakukan oleh petugas bandara untuk mendeteksi suhu tubuh seseorang. Selain itu, alat ini bisa mendeteksi panas suatu benda yang memancar dengan sendirinya, dan mampu merekam suhu dari berbagai objek.

            Selain itu, pemerintah dapat memanfaatkan teknologi drone untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke kota-kota dan desa-desa yang terkena atau didiagnosis virus corona. Dan teknologi lain yang dapat dimanfaatkan adalah aplikasi Peta. Teknologi ini menggunakan sistem pencarian atau penelusuran lokasi dalam perjalanan untuk menghindari daerah-daerah tertentu yang terkena virus corona. Dalam pengembangannya, aplikasi ini menyimpan informasi resmi di lingkungan  tempat terjadinya wabah virus corona dengan pemetaan geografis. Dengan itu, pengguna aplikasi dapat mengukur seberapa dekat pengguna dengan lokasi yang terinfeksi virus corona tersebut.

About the author
Photo Profile
Aptikma Administrator web resmi Aptikma indonesia.
Top